PostRank

NII abal2 buatan intelegen untuk memberangus gerakan Islam yang mengusung ide penerapan Syariah Islam dalam bingkai Negara Islam, menurut Anda?

Hizbut Tahrir Indonesia

Showing posts with label AkhWat gituh. Show all posts
Showing posts with label AkhWat gituh. Show all posts

Monday, June 7, 2010

BIADAB!!!





tidak ada yang bisa menghentikan kebiadaban bangsa bejat kecuali khilafah dan jihad!!!
Allahu Akbar!!!

TTD

Aliansi Perempuan Madura Pro Syariah & Khilafah

Selengkapnya....

Thursday, April 30, 2009

hemm… JIka Akhwat JaTuh CiNta…

“bl kw sdg mnunggu seOrg u/ mnjalani khdupan mnju ridhoNya,mk bsbarlah dg keindahan.Dm Allah dy tdk dtg krn kcntkn,kpintran/pun kkyAnmu.Tp Allah lah yg mnggerkan dy u/ dtg kpdmu.jgnlah


tgesa u/ mgXpresikn cinta pdx sblm Allah mngizinkn.blm tntu yg kw cintai adlh yg tbaik u/mu.sapakh yg lbh mngetahui mlainkn Allah?ssguhx Allah mh mgetahui mh bjaksana. smpanlah sgl bntuk ungkpn cnta dlm ht rpt2.Allah kn mjwbx dg lbh indh dsaat yg tpat…“

sebuah sms yg terkirim dhape saya, dari seorang ukhty. hemm.. cantik kan ya? pilihan diksinya indah, seindah maknanya. terenyuh. menyentuh! betul ukh, anti tidak salah, jika itu diartikan sbgai ungkapan cinta “sepasang monyet”, tp bg saya hal tsb tidak berlaku untuk akhwt yg bener2 “serius”.dan saya taw, kemelut apa yg dihadapi ukhty ini..

dan… agaknya bukan GHOPINK kl ga bales sms dgn sebuah antitesis..

tdk ada dosa jk pihk akhwt mngungkapkn lbh dulu.. Sungghuh, hax akhwt yg jernih hatinyalah yg begitu ykin dtangan ikhwn solih akn slamatlah ia dn akidahx.. jikapun tertolak,tak akn mampu merndahkn dirix krn Allah jauh akn mengangkatx lbih tinggi.. lihatlat senyum ibunda Hafshah d akhir cerita atas 2 penolakan sahabat terbaik nabi.. wallahu a’lam..

tidak asal saja.. bagi saya, perempuan TERKEREN adalah mereka, yg lebih berani mengungkapkan isi hatinya (dalam tanda kutip, hehe..).

berikut ini saya sertakan kisah sahdu itu..

Al-Bukhori meriwayatkan dalam shahihnya bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar RA menuturkan, ketika Hafshah binti ‘Umar menjanda dari Khunais bin Hudzafah as-Sahmi RA; ia seorang sahabat Rasulullah SAW dan meninggal di Madinah, maka ‘Umar RA mengatakan: “Aku datang kepada ‘Utsman RA lalu aku menawarkan Hafshah kepadanya, tapi ia mengatakan: “Aku akan melihat urusanku” setelah beberapa hari kemudian, ia datang kepadaku seraya mengatakan: ”Tampaknya aku tidak memiliki keinginan untuk menikah pada saat ini”. ‘Umar RA melanjutkan: “Kemudian aku mendatangi Abu Bakar ash-Shiddiq RA, lalu aku katakan:”Jika engkau suka, aku akan menikahkanmu dengan Hafshah binti ‘Umar.” Tapi Abu Bakar diam dan tidak memberikan jawaban apapun.Aku lebih marah kepadanya ketimbang kemarahanku kepada ‘Utsman. Setelah beberapa hari kemudian, Rasulullah SAW meminangnya, lalu aku menikahkannya dengan beliau SAW. Kemudian Abu Bakar RA menemuiku dan mengatakan:”Mungkin engkau marah kepadaku ketika engkau menawarkan Hafshah kepadaku dan aku tidak memberikan jawaban apapun.” Aku menjawab: ”Ya.” Abu Bakar berkata: “Tidak ada yang menghalangiku untuk memberi jawaban kepadamu tentang apa yang engkau tawarkan kepadaku, melainkan karena aku telah mengetahui bahwa Rasulullah SAW pernah menyebut Hafshah.Dan aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah SAW. Seandainya Rasulullah SAW meninggalkannya maka aku akan menerimanya.”

Atau ini…

hadits dari Anas bin Malik RA ia berkata, “Seorang wanita datang menawarkan dirinya kepada Rasulullah SAW. Ia (wanita tersebut) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah engkau mempunyai keinginan untuk menikahiku?.” Putri Anas bin Malik berkata,” Betapa tipis rasa malunya, alangkah buruk wanita ini, alangkah jelek wanita ini.!” Maka Anas berkata, “Dia lebih baik darimu. Ia mencintai Rasulullah dan menawarkan dirinya kepada beliau.”

Bunda khadijah juga lebih dulu mencontohkannya..

Terakhir.. saya kutipkan lagi sebuah pesan dari buku “KuPinang Engkau Dengan Hamdalah”

Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlaq & kesungguhan untuk mensucikan diri. Sikap ini lebih dekat kepada ridha Allah & untuk mendapatkan pahala-Nya, Allah pasti mencatatnya sebagai kemuliaan & mujahadah yang suci. Tidak peduli tawarannya diterima atau ditolak, terutama kalau ia tidak mempunyai wali. Insya Allah, jika sikap menawarkan diri dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat. Seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan yang mendalam pasti akan meninggikan penghormatan seperti ini, kecuali laki-laki yang rendah & tidak memiliki kehormatan, kecuali sekedar apa yang disangkanya sebagai kebaikan

Kenapa harus malu ukhty? Engkau tidak menawarkan diri untuk berzina, layaknya perempuan2 nakal itu. Engkau suci, mulia, dan semakin agunglah dirimu… dari pada yg menangis tersedu-sedu di bilik2 kamar sambil meratapi diri…

Satu lagi,

terkecuali Rasul, hanya ikhwan BEGO lah yg menunggu pinangan seorang ukhty:p

Selengkapnya....

Tuesday, April 28, 2009

KAdo CintA BwT PereMpuAN: PoliGamI..

pertama kalinya saya liat ni gambar… sumpah, ngakak! bis lucu banget sih. untuk menambah sense yg agak gimana gitu, sya lalu memberi sebait kata: “Poligami yess, selingkuh no!”. dan selanjutnya, gambar ini mengusik saya untuk menulis sesuatu tentang poligami (yess, selingkuh no!)

lanjuutt…

bagi kebanyakan perempuan, poligami masih menjadi momok yg menakutkan. betul? betul banget, tak peduli masyarakat umum, kalangan artis, bahkan aktivis dakwah sekalipun masih begitu keder dg poligami. sepertinya, poligami terlalu “melelahkan” perasaan perempuan. fakta dilapangan begitu. komentar2 yg sering saya dengar dari ibu2 lebih sering ke negatifnya dari pd bicara positifnya. ya taw sendirilah.. namanya juga perempuan, katanya sih, suka maen perasaan :D

bener enggaknya juga ga taw, kan sifatnya asumsi. faktanya, saya kan belum pernah dipoligami, jadi gak taw rasanya gimana.. :P

apakah benar poligami lebih banyak menyakiti perempuan??

saya pribadi memandang poligami tuh seperti pernikahan biasa (monogami). apa ada yg menjamin kalo monogami tuh selamanya bahagia, gag pernah terjadi cekcok, sakit ati, saling kecewa, de-el-el. saya yakin, dalam keluarga monogamipun ada konflik batin. (sambil melet. sok taw sih!)

lalu, jika demikian, apa yg menyurutkan langkahmu untuk berbagi, ukhtY?

suatu kali saya pernah ditelpon sama temen.. namanya jg temen, lama ga ketemu, jadi pas nelpon… wuihh seru banget. ngobrol ngalor-ngidul, akhirnya nyampek juga ke topik poligami..

“iya, ternyata banyak juga akhwt sini yg udah pada berumur tp belum nikah.. “, begitu paparnya, kebetulan dia udah nikah.

“kekurangan stock ikhwan, pink”. sambungnya. saya ngakak! dia ikut ngakak juga. kayak komoditi ajah :P

“tugasmu tuh!”, sambar saya.

“tugasku gimana?”, dia balik nanya.

“ya tugas kamu provokasi suami biar maw poligami! kn kamu dah paham..”, jawab saya ketus.

haha.. rasain tuh. enak aja,mawnya menang sendiri! kan ada hak juga bwt mereka yg sampe skrg melajang karna ga kebagian stock ikhwan.. :P

“siapa lagi yg maw ngrayu suami kayak gitu, kl bukan istri2 macam kamu??”, tambah saya, ga kalah pedesnya ma kalimat yg pertama.

“…”, sunyi sebentar, dia mikir kali ya.. atow sayanya yg agak pedes ya? ga ngurus!

“ya kan terserah ikhwannya, pink”, maksud dy, terserah suaminya gituh..

“hemm… kan anti jg pnya peran”, jawab saya, lalu menunggu jawaban berikutnya yang sungguh diluar dugaan..

“lha anti maw… jd istri suamiku…”,

gLoDaKkk!! sumpah ga nyangka! spontan saya ngakak. lebih tepatnya pura2 ngakak. anehnya dy jg ikut ngakak, ga taw pa dy pura2 pa enggak. kenapa serangan yg saya bangun balik menghantam saya?

“hemm… cerdas juga nih orang”, pikir saya.

percakapan selanjutnya saya sensor ;)

lanjut ukhty..

saya ga bahas poligami dari sisi fiqihnya, karna udah jelas, bahkan terlalu jelas bwt mereka yg mengaku muslimah. mari kita liat poligami dari sisi perempuan dan mari kita mulai dari pertanyaan saya pada seorang kawan… tentang problem seorang kawan…

“Ukh, kenapa dia ga nikah aja sih?”

“hey, sapa sih yg ga maw nikah?” katanya,

“apalagi bwt akhwat yg udah berumur!”

cukup! jawaban itu seolah menyuruh saya untuk mengoreksi pertanyaan saya barusan. ya, seorang ukhty tidak mudah begitu saja menyerahkan dirinya pada seorang laki2 sembarangan. bukan apa2, saya tidak pernah memandang rendah ikhwan amm. hanya saja, ada kekhawatiran yg begitu besar yg hanya muncul dari seorang ukhti yg begitu jernih hatinya.. tentang akidahnya nanti ketika ia harus tunduk pda suami yg tidak faham konsep Islam…

sementara… dalam islam hak talak ada di tangan suami. jika ia mendapati suami yg “nakal” n menyimpang dan segala nasehat sudah dikerahkan dan tidak juga menyadarkan suami, maka apa yg bisa diperbuat oleh seorang ISTRI??

kalo ikhwan sih gampang. istri membangkang, dinasehati tambah berani, maka meluncurlah kalimah sakti mandra guna, sebuah aji pamungkas dari ilmu kanuragan seorang suami: “aku cerai engkau 3 kali!!!”, selese masalah!

mungkin ini juga yg jd pertimbangan akhwat untuk tidk memilih smbarang org.

disisi lain, ikhwan yg salih, yg ia percaya bahwa dalam penjagaan ikhwn tsb akan selamat diri dan islamnya, tidak segera datang menjemputnya… (ikhwan bego!! Hehe..)

tragis, dan mengenaskan!

maka disinilah POLIGAMI mengambil peran.. sodara2!

ayo, akhy apa yg menghalangimu untuk poligami? :p

ayo, ukhty… berbagilah :D
diluar sana, sayup2 terdengar seserorang bertanya:

“coba kl km sndiri dipoligami, gimana rasanya?”

“gak taw”, kata saya.. sambil nyengir

“kok ga taw? sama juga bo’ong kan?bilang aja ga maw!” katanya, nodong. untung ga bawa pistol.

“yeee… poligami kan bukan teori sist.. saya ga maw berasumsi, nikah aja blum, so saya mana taw perasaan istri yg maw dipoligami ma suaminya! weeKKkk!!”

hehe.. :P

“trus, ngapain provokasi orang?” kejarnya.

“kan mumpung saya lagi ga ngrasain apa2, hehe.. maka saat inilah kesempatan saya bwt ngomong se-enteng mungkin, lagian saya ngomong bener kan? ”

bilang aja” iya”, kawan.. jgn jd org sombong dengan suka menyembunyikan kebenaran

Selengkapnya....

Friday, April 17, 2009

UjiAn NAsioNaL dan PertaRunGan Idealisme..


“Dek… gmn menurut sampean?”

tanya seorang guru bhs inggris dsebuah smp NEGERI. tapi aku lebih menganggapnya bukan sebuah pertanyaan yang membutuhkan


jawaban. ibu ini lebih meminta peneguhan, karena dia tahu apa yg ia perbuat adalah benar.

ibu tersebut bercerita tentang pengalamannya mengajar, beliau miris karena mengajar selama ini seperti GaK ada artinya. aku kira semua sudah taw kecurangan yg terjadi saat UnAS berlangsung. dan kita juga tidak asing lagi bahwa pemeran utama dari UnAS adalah guru (di bawah tekakan kepsek) bukan siswa. karena gurulah yg menjawab soal2 UNAs tersebut.

bagi orang yang “BLANK” mungkin biasa2 saja, karena memang dari sononya udah ng-blank, tapi tidak demikian bagi orang yg punya idealisme, punya prinsip! baginya, ketika dia dipaksa menuruti sesuatu yang bertentangan dengan prinsipnya adalah sama seperti perendahan martabat, menginjak2 harga diri sendiri.

dan di UNAS semua dipertaruhkan!!!

setelah ngobrol banyak mengenai UNAS ini dengan beberapa guru, ada beberapa modus perjokian dalam UNAS…

begini ceritanya:

1. to the point:
jawaban langsung diberikan ke siswa. Jd pas UNAS berlangsung, guru matpel yg ditunjuk (mereka bilang tim sukses. weh weh!!) mulai menjawab soal. Aku kurang taw pasti tuh soal dapet dari mana. Setelah guru2 tersebut menjawab soal, nimimal sudah mencapai Standar kelululusan, maka segera jawaban ini didistribusikan ke kelas2 melui ”pesuruh” yg punya bakat mengelabui pengawas UNAS. Kebetulan aku pernah interview langsung sama pelaku. masyaAllah…
2. backstreet:
sebenarnya sama saja antara cara pertama dan kedua. Sama2 curangnya. Tapi yang ini dilakukan tanpa diketahui siswa. Jd pas jawaban UNAS sudah dikumpulkan, mulailah ”Tim sukses” (yg terdiri dr guru n pengawai) bekerja mengganti jawaban. Ketrampilan menghapus dan ”mengurek2” sangat dbutuhkan disini. Mereka berdalih dengan sistem ini, mereka bisa menyelamatkan siswa tanpa membuat siswa tersebut merasa bersalah. Karena tIm Sukses bekerJa dibalik layar..
3. 4. dan seterusnya bs jd ada modus yg lain…

anehnya..

info seperti ini sudah2 sangat umum dan populer, heran kalo masih ada pajabat yg terkait seolah terkaget2, seolah shok, dan geram. BOHONG BESARRRRRRRRRRRR… bahkan ibu tersebut bilang bahwa INI ADALAH INSTRUKSI DARI BUPATI langsung!!!

Weleh!! Awalnya aku ga sebegitu yakin. Tapi kemudian yg berkata seperti itu tidak hanya satu dua orang, dan bukan hanya dari satu sekolah…

Sistemik.. kata beliau, kita terjerat dalam LINGKARAN SETANNN!!

Apa pasal? Jadi begini

BUPATI mempresser KEPSEK, dengan berbagai ancaman… (ku ga taw jelas ancamannya spt apa)
KePsek mengkompress GURU matpel terkait, jg pake ancaman.
Kalo yg PN, karna udah kongkalikong ma Pemda, maka ancamannya akan dmutasi ke wilayah pelosok. Kalo yg masi GTT, ancamannya langsung ditendang…

Sampe disini dlu, dah malem.. tar kapan2 InsyaAllah mu dilanjutin lagi…

Selengkapnya....

Thursday, March 26, 2009

pokoknya masjid cuman buat sholat. titik!

kok????

pagi itu ada agenda majlis taklim ibu2. biasanya memang bertempat di masjid, cuman pas hari itu kami terpaksa ngemper (bahasa indonesianya apa ya?) karena dengan bhasa yang paling halus takmir masjid tidak mengizinkan forum itu bertempat di dalam masjid. ya akhirnya acara tetep berjalan, meski di emperan masjid. melas banged qt!


awalnya saya ga taw coz datang paling telat sendiri, hehe.. tiba2 dari kejauhan temen2 pd ngumpul, mengelilingi seorang bapak2. ada apa y? pikir saya. oh ternyata tu bapak takmir masjid, kirain sapa! tapi tetep aja saya bertanya2 ada apa gerangan. setelah mendekati salah satu dari mereka, saya bertanya sambil berbisik.

“ada apa sih?!”

“qt ga boleh minjem masjid” jawabnya, saya sempet syok saat itu (lebay!).

kok bisa? padahal kan kami udah minjem beberapa hari yang lalu. saya pikir akan ada agenda dari desa setempat, tapi ternyata tidak kawan2. ni bapak kenapa sih semena2 begini!!

pas kami kasi taw kalo udah dapat izin dari takmir masjid yang laen, bapaknya mencak2:

“itukan dari beliau tapi bagaimana dengan takmir yang lain?” begitu katanya!

wihh, nih bapak jabatannya apasih? baru nongol juga udah… cos selama ini qt memang ga pernah ktm ma ni bapak.. sumpah! temen2 yg laen juga gitu!

katanya, ini masjid nggak boleh dipake buat kegiatan2, apapun itu. katanya (masih katanya bapak), takut najis, secara masjid kan tempat buat sholat, githu!

pokoknya masjid cuman buat sholat. titik! masjid tu untuk ibadah, ga boleh bwt yg laen. (kena virus sekulerisme… menyempitkan arti ibadah!)

la emang majlis taklim tu obak sodor, balbalan, atow ngrumpi apa?!

disaat qt pengen ngramein mesjid dengan agenda2 kayak gini… eh malah situnya ga dukung. ini nih fakta riel kiamat udah dekat. hehe.. kan ada tuh tandanya, klo banyak masjid dibangun megah tpi isinya melompong!! sepi kayak kuburan cina

lalu kami masih bersikukuh untuk mempertahankannya dengan membangun kepercayaan bahwa kami selalu bersih dan kinclong (ini maksudnyah apa yah?!). masih juga ga dibolehin.

tapi qt ditawari untuk memakai gedung madrasah, yang letaknya sebelah masjid. wihh, malah asik dunk! namun tidak seindah itu sodara2. kenapa begitu? ini sebenarnya ada kisah laen yg kalo saya mengingadnya malah bikin muntab tak berujung. kenapa qt (ibu2) ga maw bertempat dgedung tsb? tidak lain dan tidak bukan karena ulah ikhwan yang ga bertanggung jawab, sehingga pada akhirnya qt ga dikasi kepercayaan lagi dari pak mahfud takmir masjid bwt mminjam gedung untuk agenda2 laen. trima kasih bro! kau hancurkan impian kami! saya berjanji kapan2 maw posting kalo marahnya udah reda… hehe..

kembali lagi, sebenarnya apa emang masjid itu fungsinya cuman buat sholat ajah? wah kayaknya ga lah, bahkan dulu dai zaman Rasulullah SAW masjid itu jd pusat penggemblengan kader2 pejuang islam loh. yang jelas bukan hanya untuk sholat duank!

ketika kami menyampaikan ini bapaknya kembali berdalih..

“itu kan dulu, sewaktu belum ada bangunan laen!!”

waduh, saya ga tau lagi hrs gmn ngomongnya. saya cuman bs bilang ke temen saya,sewaktu ang bapak udah pergi

“tapi memang ada loh orang dg tipikal seperti itu, kehati2an yg terlalu (takut najis lah, apalah!), bahkan bisa bikin dia selalu ragu2 (senak-senik) antara najis dan tidak…”

“padahal ragu2 itu dari syetan!”, timpal temen saya gemas.

“eh, masjidnya Rasullullah dulu pernah loh dkencingi orang badui…”, seloroh saya.

-tamat-

Selengkapnya....

Friday, March 13, 2009

MoDus EKSPLOITASI AKHwaT (Sebuah Temuan Berharga Bwt Akhwat)


WARRRRRNEEEENG!Bacaan khusus akhwat, Ikhwan ga boleh ngintip, (engko timbilen loh mass…)

Belakangan ini, bukan belakangan ini aja,


kayaknya udah dari dulu deh, banyak akhwat yang melampirkan masalah ini dalam tiap laporannya. Masalah apa sih, kok kayaknya nyindrom gitu?

Begini ukhtiy, kadang kita sempet bingung juga, kenapa sih yang tertarik sama masalah ”ginian” kok cuman ikhwan aja? Jarang loh ibu2 yang ikut nimbrung, bahkan bisa dikatakan nihil. Pokoknya susah nyantolnya kalo ma ibu2. paling2 kalo sama ibu cuman kasih satu dua komen aja. Beda dengan respon bapak2 yang cenderung lebih aktif bertanya2.

Nah, karena alasan seperti itu akhirnya banyak akhwat tetep mencoba melalukan penetrasi ke tengah2 masyarakat, cuman bukan ke ibu2 tapi ke bapak2. Padahal area ukhtiy yang jelas kan ya sesama akhwat, tapi yang selama ini terjadi jalurnya sering ”nyempal”. Akhwat malah interaksinya (diskusi, red) sering sama bapak2. sebenarnya ga pa2 sih selama masih ngikutin rambu2, tapi kalo melulu begitu ya jadi masalah juga dunk, padahal itu bukan area kerja akhwat loh! Lah ntar ikhwanx kan pada nganggur tuh. La gimana ga nganggur wong area kerjanya diserobot akhwat, ya ga akhiy?!

Si akhiy gi nyengir, ketauan ngintip c!

Bukan itu saja ukhtiy. Beberapa hari yang lalu ketika temu bareng temen2, pas itu kita bahas2 jadwal baru bwt ”reonian” tiap minggunya coz ada salah satu personil yang mengajukan ”cuti dakwah”(Lah?! Dakwah kok cuti?!). Maksudnya, temen saya itu maw mudik dulu barang sebulan bwt persiapan persalinan dirumah ortunya. Yang jelas dakwah teteplah, whereppper wi go, hehehe..

Back to topic, nah disanalah terungkap kabut yang selama ini menutupi penglihatan dan menyumbat pendengaran akhwat. Apa emang? Ternyata sodara2, banyak loh bapak2 yang menurut si akhwat udah begitu respek dengan apa yang selama ini disampaikannya, ketika follow up diserahkan ke ikhwan, e eh.. bapak2 tu malah ngeheng or NOT RESPONDING!! Walah, gawat ini! (Ini berdasarkan laporan dr pihak ikhwan, thx bro! dan saya… hehe.. kejadian itu juga menimpa pada diri saya, haha.. jgn ketawa, saya ketipu juga huwawawawa…)

Bisa jadi nih, mereka maw diskusi sama si akhwat bukan karena muatan diskusinya, tapi karena pengen aja ngobrol sama si akhwat tersebut. Pura2 tertariklah ma topik, trus nanya2 tuh panjang kali lebar sama dengan luas. Walhasil, puas dech bisa ngomong lama ma akhwat tanpa membuat risih si akhwat tersebut. Wah wah.. ini kan sama saja bentuk EKSPLOITASI WANITA!! Gimana ukkhtiy, maw ga digituin?

Bukan su’udzan loh, ya maap kalo ada yang merasa begitu, tapi te2p dibaca yah!:p. Kasus ini ukhtiy, terjadi hampir di setiap wilayah. Dan sama persis, ujung2nya ya gitu, bapak2 itu ngadat , mandeg-jegreg pas difollow-upi ma ikhwan. Jangankan ngobrol, diajak ketemuan aja ga maw! finally, ikhwanx malah ngambek, plus manyun ga maw memfolowupi bapak2 yang direkomendasikan akhwat. Capek dech!

Saya pas itu dengerin ajah sambil mlongo. Rasa nyesel, gemes, shock, mual, perih, nyeri lambung (emang sakit mag?) campur jadi satu. Saya tertipu, apa ukhtiy juga merasa demikian? Akhirnya karna ga bisa nahan rasa sock, keluarlah kalimah tengil itu.

”Busyeeeeettttt.. Kok bisa ya hal kayak gini ga sampe terpikirkan?!!”

Yang selama ini saya pikir, itu emang fitrahnya (natural bo!) manusia saja. Yang namanya ikhwan ya lebih tertarik ma akhwat lah, begitu juga sebaliknya (nau’ sentris, hehehe…). Trus cuman kasih saran yang biasa2 aja buat persoalan yang lumayan alot itu.

”Ya kalo bisa sih jgn bapak2 duanklah, masa ibu2x ga ada”

”Padahal apa yang kita sampaikan tidak ada yang bertentangan dengan fitrah mereka loh..”

”So.. sebenarnya dan seharusnya ga ada alasan seperti itu (sulit dakwah ke ibu2)”

”Apa fitrah itu memilih antara laki2 dan perempuan? Semua orang punya fitrah yang sama tanpa memandang gendernya, bukan?”

Belum puas juga,

”Artinya, dakwah ini, entah ke bapak2 ataw ke ibu2 punya peluang yang sama untuk bisa diterima!”

Yah, karena sebelumnya saya tidak tahu, ternyata oh ternyata… ada udang di balik rempeyek! Jadi laper..

Obrolan tetep dilanjutkan nih, karena dari tadi belum ke ranah solusi. Setelah taw begitu, akhirnya si mbak tuh kasi saran yang bikin saya rada pengen muntab! Sumpah!

”Makanya..”, sambil tersenyum dia menatap wajah2 pias kami. Saya nunggu kalimat berikutnya

”Makanya, kita jangan mancing2!” begitulah saudara2, kalimah yang saya tunggu ternyata nyelekit entah dimana.

”Mancing2 gimana mbak?” sambar saya, ga sabar pengin segera minta klarifikasi. Emangnya akhwat apaan, suka mancing2, mana yang dipancing bapak2 lagi!

”Maksudnya, kita berusaha untuk tidak membuka peluang bwt bapak2 untuk berinteraksi sama kita”

”Misalnya, karena kita taw bapak2 ngerespek trus kalo kita punya ”produk”, kita nyisain bwt dikasihkan ke mereka. Tu namanya mancing!” Begitu paparnya, wah jelas deh mbak.

”Tapi…”, hehe masih ada tapinya ni..

”Kalo misalnya secara ga terduga2 mereka nanya, ya kita jelaskan saat itu juga sampai tuntas”

Okeh dech mbak, saya berjanji ga bakal mancing lagi, jazakillah untuk semuanya. Kini taw deh kedok mereka, semoga ukhtiy juga waspada, lebih hati2, patuhi rambu2, jgn suka ”nyempal”..

Semoga Allah memudahkan urusan ini. Aminn..

Selengkapnya....

Friday, July 25, 2008

PilGUb Jatim… Sepi Artis

Klinting klinting… kluntung kluntung…

Hmm.. kalian kira itu suara apa?! tuh pekikan hapeq, tanda ada sms yg hrs segera dibuka.

“Hey pink… gmn pny kbr? Ga pulang ta, tgl 23 kan pilgub!”**

Temen esempe, kayaknya nih anak kangen bgt kumpul rame2. Pilgub kan alasan aja biar q mau pulang, biar bs reonian bareng, padahal dia tau kalo q ogah milih. Dia tau, q baru mau nyoblos kalo cagubnya ada Ikang Fauzi, heuhehe… wah jatim bakalan ‘ngerock’ nihh plus banyak preman…

Pak cik pak pak
preman preman oh oh
Pak cik pak pak metropolitan
Pak cik pak pak
preman preman oh oh
Pak cik pak pak metropolitan

Peduli apa sama pilgub! Nyoblos sama ga nyoblos kan q tetep aja kayak gini, kere! Salah sendiri sih, kampanye ga di kos2an, padahal q ma temen2 lagi nunggu ‘hujan durian’ dari tim sukses para cagub itu lho…***

Capek dibohongin mulu. Kampanye yg ada malah ajang sesumbar, obral sana, obral sini, basi! Sudahlah basi, masi harus keluar uang bwt transport pulang, mana BBM naik lagi, kan jadinya mahal. Males banget kan kan kan…?!

Tapi ada yg q kagumi plus terheran2 ma pilgub di jatim ini, di saat wilayah lain pda berlomba2 merangkul artis untuk jadi cagub, di jatim sama sekali tak ada artis!!!
Entah memang sudah keduluan pilgub di propinsi lain kali ya, so stok artis yang mau alih profesi sudah habis, atau… memang ga ada artis yg mau sengsara mimpin jatim gara2 bentar lagi kalo kepilih bakal kena damprat di kasus Lumpur lapindo? Ah, entahlah!

Kiranya Inul Daratista pun ciut nyalinya untuk maju jd cagub seperti rekan seprofesinya, Saiful Jamil. Barangkali takut kalo2 lumpur bakal menenggelamkan jatim, pasalnya sekali dua kali ngebor, sidoarjo sudah ‘berenang’ dalam kolam Lumpur!

** Baru aja q pulang cuman g bilang2, ah kasian benar nasibmu! Wuakaka…
*** kemaren q denger berita… hahahaha.. yg golput ternyata menang, perolehan suaranya melebihi kaji dan karsa. hidup golput lah..

Selengkapnya....

Thursday, June 26, 2008

Aku dan Izza


SMS pagi itu…

Ghopink: As. Za, mbak pink insyaAllah pulang ahad siang, mang perpisahannya jm berapa?malem ya?bisa dech dateng… ws

Izaa: Asslm, makasih, perpisahannya


pagi…

Ghopink: waduh, pagi ya?lha piye iki Za?!ta usahain dateng, insyaAllah.trus Persiapan k pondokx dah beres semua ta?

Izza: ga pa2 ga dateng tapi nganter aku ke pondok, blm siap apa2

Ghopink: ya disiapkan skr…

Siap ora nangis hiks… hiks…

Siap ngirit tp ga pelit

Siap hidup mandiri…

Siap menjd dewasa bkn anak2 lagi…

Siap apalg ya?

Siap nyantri, hehehehehe…

Izza:Usahain dateng ke perpisahan

Izza, baru lu2s Es De.

Sebenarnya, aku ga rela plus ga tega naruh keponakan di pondok. Tapi kalo dia dirumah aj ku jg malah sumpek… sudah pergaulannya kayak anak2 kota, trus… ada hal yg bikin aku miris:

“Iyo iku, nek wes ngumpul karo koncone, moso ileng moleh, mangan ae lali!!!”(Iya tuh… kalo sudah kumpul sama temenx, mana inget pulang, makan aj lupa!!!) suara dari dapur menyembur keluar saat aku dan Izza ngobrol santai di taman… ibunya Izza, mbak yu ku

Kami berdu’a cengingisan…

“Kabel nyaut!” bisiknya..

“Hus!”

Hehehehehe…

“Iya tah, Za?” tanyaku…

Tangannya menggaruk-garuk tanah dengan kayu… sambil senyam-senyum.

“Bis, dirumah bosen!”

“Trus, ngapain aja kalo kumpul2 gitu?”

“Ya cerita2, gitu aja” jawabnya datar

“Ngghosip, ta?”

“Seng diomongne iku yo omongane artis, sinetron2, gincuan, perhiasan, klambi, potongan rambut, tas!!! ” (yang dibicarakan itu ya pembicaraan kayak artis, disinetron2, rias wajah, perhiasan, pakaian, tata rambut, tas) suara di dapur itu… kembali terdengar… Izza manyun.

“Trus, kalo jandom (tempat nongkrong) dimana aja?”

Dia memaparkan tempat2 favoritx… ah Alhamdulillah tempat2 itu masih ramai… masih banyak pasang mata yg melihat aktifitas anak2 itu… artinya masih aman…

“Apa nama genknya, cewek semua kan?!”

“He’em, cewek2, namanya Blue Girl…”

“Whattttttttt?!”

“Tau artinya, Za?”

“Gadis biru, kan?!” Jawaban lugu darinya, mampu mengurungkan niatku untuk bersuara keras… oalah Za, adikku…

Bocah selugu dia, akan menjadi mangsa dari lingkungan yg penuh koreng ini… biarkan ia kuper ga tau TiVi, biarkan ia kuper ga tau tren mode, atau apalah… yang penting dia punya tsaqofah Islam… inilah yg mendorongku untuk tetap memaksa Izza nyantri… tinggal membimbing, mengarahkan, mudah2an tar masuk dalam barisan pejuang penegak syari’ah dan khilafah, amin2020x. Ini akan lebih mudah… meski kehidupan santri tak setenang auranya. Namanya jg ‘penjara suci’, meski suci tp kan tetep kayak penjara, keras!

Alasan yang kedua… hahahahaha… ku tar bisa belajar bhs arab, balaghah, usul fiqh, de-el-el, kan enak belajar ma keponakan sendiri…

Semoga Allah… ini jalan terbaik untuknya…

Selengkapnya....

FitNah Itu LEbIH KEJAm DAri PAda CARoK


Hwekkkk! Banci lu! Dasar kadal! Ah, bebek aja dech, menthok juga boleh!

Sumpah! Fitnah itu lebih kejam dari pada Carok, bener ga?! Jawab dong?, jangan
diem aja!

Awalnya sih aku biasa aja, mau dikatain cewek nakal, suka ngejar2 cowok (kayak kurang kerjaan aja!), trus aku pacaran lah sama si itu, anu. Sa bodo amat. Biarin, sampe dia dowerrrr, kata tipe-x: sampe mulutmu berbusa baru kau tau rasa. Ga ta gubris! Emang enak dicuekin?! Buang2 tenaga!

Biarlah temen2ku sendiri yang menilai, biar mereka sendiri bersuara tentang aku seperti apa. Dulu sih sempet shock… masa iya tega ngomong githu? Ah manusia kan selalu punya KORENG, barangkali memang korengnya disebelah situ!

Setelah satu semester berselang, yg tadinya gossip itu hilang, kini muncul lagi. Dari sumber yang berbeda, tapi mengarah ke orang yang sama. Lagi2, aku tanggapi dengan datar2 saja.

“Kayak ga tahu sepak terjang dia aja!”

“Kasian tuh, kurang perhatiannnnnnnnnnnnnnnnn!”

“Makanya, kasih perhatian dong!” kata temenku yang agak sinting.

“Hwekkk!”

Hari2 berikutnya, berita itu ku dengar semakin kencang, tiap hari (hiperbolis), hampir dipastikan ada laporan.

Tak ada yang bisa ku perbuat, aku hanya bilang:

“Ya sudah. Kamu percaya aku, Alhamdulillah. Kamu percaya dia, aku masih punya Tuhan!”

Puncaknya, secara ga sengaja ketemu sama temen lama. Dia konfirmasi tentang hubunganku dg si anu, katanya dah serius ya?

Nah lho, yang ditanya malah ploga-plogo, maksudnya?! Apa2an nih?!

Malah kali ini parah! Masa aku dibilangin dah menjalin hubungan serius, trus aku mutusin githu aja, padahal orang tua dah pada tau! Yang bener aja? Dasar emberrrrrrrrrrr!

Hwekkk, denger aja sudah kepingin muntah! Baskom lu!

Aku bisa apa coba? Masa aku mencak2 di depan dia, ihhh najis!

Ustad, apa nih hukuman bagi yg suka fitnah? Kalo carok aja dihukum mati, kalo fitnah apaan? Mutilasi ya?! weh, boleh juga neh, kan emang fitnah lebih kejam dri pada Carok!

Sadis ya?

Biarin! Biar kapok!

Masalahnya siapa yang sanggup eksekusi dia?

Pengadilan? Wah rumit zaman sekarang, bisa2 berputar arah, aku yang salah!

Negara? Ya, jangan berharap dech, hukum qishash aja ga jalan!

RI1, RI2? Bisa apa meraka dalam sistem kufur ini?!

Ya udah, ustad aja dech yang eksekusi dia, plis ya…

Ga bisa ya? Ooo.. sistemnya harus diganti dulu ta?

Buruan gih, ganti tuh sistem bisul… ahhhhhh, bikin gatel2 aja!

Hah, ga bisa juga? Lha trus gmn donk?!

Ahhhhhhhh… kerja bareng? Mang sulit ya nyungkil tuh bisul? Butuh org berapa?

Hah! Yang bener aja? Semua kalangan masyarakat?

Ya ampiyuuuuuuuun!!!

Oke dech, ku mulai bekerja nih!

Ku sudah capek didholimi… Cepetannnnnnn, biar dia dimutilasi!

Rasain lu!

Ustadddddddddddd?! Ku nanya ko’ belum dijawab sih, bener tah hukumannya dimutilasi????!

JAwAbbb!!!

Selengkapnya....

SuRAt Untuk SaHabat…

Pren selamat ya… do’a dan harapanku sudah cukup terwakili oleh do’a ini

“BArakallah lak baraka alaik wa jama’aAssalamu’alaikum wr. Wb.

bainakuma bi khair”

Menyenangkan, bisa kenal kamu, pren. Meski tak begitu detail dan tak begitu lama, aku banyak menyimpan catatan kaki tentangmu. Sok! Ya? Kaya malaikat aja punya catatan…

Sayang ya pren, belakangan ini, aku mendengar perihalmu hanya dari orang lain. Ya, dari orang lain…

Nyesel memang gitu ya, datangnya telat! Apa mungkin ini karena… ah, tak patut masanya untuk diceritakan. Sepertinya kamu sudah mengerti. Saat itu aku fikir tindakanku itu sudah benar. Akupun tak pernah meminta Allah untuk mempertajam pendengaranku, kasarannya, biar aku bisa nguping seluruh pembicaraan. Suer aku ga sengaja. Aku bingung pren, ga tau caranya untuk menghentikanmu. Sorry, kalo solusi yang ku tempuh salah. Mungkin aku masih belum bisa berfikir mustanir, layaknya syekh Taqiyuddin. Dan sejak kamu tahu kalo saat itu aku mendengarnya… sikapmu aneh, lucu, masa pas ada telpon suaramu dikencengin. Sampai orang yang ga pengen denger pembicaraanmu aja ya.. terpaksa mendengarnya. Aneh, kataku. Padahal bukan itu yang aku maksud.

Sampai di sini aku kecewa pren. Kenapa? Karena kamu memposisikan aku sebagai Malaikat. Malaikat yang memata-matai saudaranya! Sadis,kejam, dan bengis!

Selepas itu… benar! Tak ada yang ku respon darimu. Tapi kadang muncul juga pikiran usil. Pengen tahu aja kalo kamu masih menganggap aku sebagai malaikat apa ga. Duh, ternyata masih! Kamu inget, adik kecil yang katamu mau belajar ngaji? Ah, siapa namanya ya? Sikapmu lho, lucu, proteksi yang luar biasa. Yo wes lah, berarti ini sudah ga bisa disembuhkan. Sampai pada akhirnya aku menjadi orang terakhir… ga pa2 aku terima, tapi tolong predikat ’malaikat’ itu jangan kamu lekatkan lagi di pundakku, oke!

Ya Sud lah. Toh ini salahku sendiri. Aku benar-benar minta maaf, meski ajaran Islam hanya menyuruh memberikan maaf saja. Mungkin sampai di sini cerita persahabatan kita… kamu akan disibukkan dengan urusan mu sendiri. Begitu juga dengan aku. Mana sempat nama-nama kita tertoreh dalam buku harian masing2, ya ga?!

Aku gagal jadi sahabat yang baik ya!

Wassalammualaikum Wr. Wb.

NB:

Suratku, untuk pren yang tak pernah ku berikan. Biarlah, yang penting dia sekarang sudah lebih baik.

Selengkapnya....

Sunday, March 9, 2008

Film Ayat-AyaT CinTA, Duh… RoMAntiS BangeT…!


Mencermati sosok Fahri yang menjadi tokoh utama dalam novel A2C adalah manusia yang sempurna (setidaknya diantara yang tidak sempurna). Jelas-jelas sempurna! Akupun taidak bisa membayangkan jika sosok fahri itu benar-benar ada di dunia ini. Fahri hanya ada dalam

dunia khayali, hanya ada dalam dunia novel, film dan tidak ada realitanya! Begitupun Sosok2 lain di novel karangan kang Abik. Tengoklah sosok Raihana (Pudarnya Pesona Cleopatra), Azam (Ketika Cinta Bertasbih), yang terakhir ini lebih memanusia. Oh merananya…

Itu Dulu… saat aku baru khatam membacanya. Aneh, padahal sebelumnya berjuta-juta bait kisah sahabat nabi telah ku baca. Tapi saat aku mebacanya sama sekali tak terasa jika kisah-kisah itu adalah perjalan manusia yang pernah exist di dunia, bukan novel, juga bukan dongeng apalagi sinetron. Padahal… mereka jauh jauh lebih sempurna dari sosok Fahri.

Krisis moral bukan saja terjadi di Dunia BArat. Penyakit masyarakat ini pun menjangkiti negeri2 Islam. Dengan kondisi moral yang merosot tajam, hari-hari pun tak ada kebaikan, semua ada tendensi yang bersifat materialis. Pantas kemudian mereka sangat memalaikatkan Fahri. Jika saat ini orang-orang cenderung egois, maka Fahri dengan karakter yang sangat ringan tangan, care dengan permasalahan lingkungannya dianggap sempurna… wajar!

Jika dunia anak muda lagi trend pergaulan bebas, kumpul kebo (baik sejenis maupun tak sejenis), pacaran (dengan segala aktifitas kasak-kusuknya), jawel sana, colek sini, rangkul kanan-kiri, Cipika-Cipiki, bahkan lebih dari itu, maka jangan heran orang menjadi terkagum-kagum disuguhi sosok Fahri yang tangannya tak pernah tersentuh kulit wanita, yang tak mengenal pacaran dalam hidupnya!

Jika dugem, party, konser music, club2 malam menjadi tongkrongan mereka saat ini, maka apa yang dilakukan Fahri dengan berpanas-panas ria untuk ‘sekedar’ talaqi Al-Qur’an menjadi sosok ‘setengah dewa’ dalam masyarakat kita.

Jika aurat wanita semakin tersingkap, baju2 kaum hawa semakin ketat, majalah dan iklan ramai-ramai menelanjangi wanita untuk di suguhkan dalam menu sehari-hari, maka menjadi wajar jika sosok Nurul dengan busana muslim serta kerudungnya dan Aisya dengan abaya, kerudung lengkap dengan cadarnya menjadi sosok manusia yang luar biasa suci, sesuci bidadari di surga.

Jika film, sinetron dan majalah (agak/nyerempet/berbau/benar2) Porno telah menjamur, maka tak heran novel A2C maupun filmnya menjadi suguhan yang sangat sangat moralis!!!

Sepertinya bangsa ini telah kehilangan jati dirinya, hingga tak mengenal lagi nilai-nilai yang seharusnya telah melekat padanya. Bayangkan orang menjadi terheran-heran melihat sosok fahri, nurul, Aisya dalam A2C, padahal apa yang ada dalam novel itu sudah ada dalam Islam. 14 abad yang lalu!!!

Tidak ada konsep pacaran dalam Islam, wanita harus menutup Aurat, tidak egois, selalu care de-el-el adalah Syariat Islam. Yo aneh ae jika umat Islam menjadi asing terhadap ajaran Islam sendiri. Itu saking seringnya bangsa ini melanggar Syariat Islam. Busyet!!!

Padahal dulu, orang menjalankan syariat Islam itu biasa, ya lazimnya begitu. Namanya berIslam, ya harus mengikuti aturan main Islam. Yang aneh itu malah orang yang melanggar ketentuan Islam.
Dulu, wanita tidak menutup auratnya itu aneh, berarti ada perintah yang belum sampai ditelinganya. Sekarang yang aneh itu yang “Berukut”.

Orang Care dengan lingkungannya dianggap luar biasa baik, padahal Islam memang mengajarkan begitu. Dan apa yang dilakukan Fahri dengan aktifitas Talaqi Al-Qur’an barangkali bisa disandingkan dengan para periwayat hadits yang berjalan berhari-hari di padang pasir untuk berburu satu hadits nabi. Begitu dianggap aneh? Padahal begitulah layaknya penuntut ilmu! Mboh kah, njungkir-walek kabeh!
Duh, Allah… Di zaman apa aku hidup ini…?

Di lain sisi, banyak hal yang perlu di kritisi dalam Film A2C.

1. Campur-baurnya kebajikan dan maksiat
Se-islam-islaminya Novel A2C, menjadi tidak ISlami ketika divisualisasikan! Gimana ga? Di sana ada adegan Fahri berduaan dengan Aisya, dan Maria. Ada adegan sentuh-menyentuh antara laki-laki dan perempuan yang notabene dalam kehidupan nyata mereka tidak mempnyai hubungan yang menghalalkan aktifitas tersebut. Pun Nurul dan Aisya mencopot kerudungnya sak enak udhele dewe! (Lihat QS An-Nur 24: 31). Inilah yang menjadikan A2C remang-remang! Dan jelas ini tidak Islami. Praktis, tidak sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dalam film tersebut.

2. POligami
Bukannya aku tidak setuju, mentang-mentang aku perempuan! Tapi menghimpun dua istri dalam satu rumah tentulah bukan kebijakan yang bijak. Juga dalam realitasnya, Rasullullah SAW tidak pernah melakukannya. Seharusnya istri kedua tidak tinggal serumah dengan istri pertama. Gimana nih, berpoligami ga ‘Donk’ konsep poligami? Jangan main api, Bung!!
3. de-el-el

Yang jelas A2C juga punya sisi putihnya:

1. Gambaran riil mencari pasangan hidup tanpa pacaran menjadi sangat gamblang. Pernyataan Fahri dalam A2C menjadi justifikasi para pelaku pacaran, bahwa perilaku mereka tidak dibenarkan oleh Islam. Ungkapan yang paling menohok, menurutku. Kalaupun masih ada yang melakukannya, tentulah rasa was-was, takut dan ga sreg meliputi perasaannya. Dan tepat, itulah pointnya. Artinya mereka sadar jika mereka salah, perkara mau meninggalkan atau tidak itu urusan lain, pilihan masing-masing. Ekstrimnya, surga-nerakalah!

2. PoLIgamI
PoLigami lagi?!
Di tengah-tengah gempuran kaum Feminis yang menyuarakan aNtI PoliGami (Selingkuh Yes!), tiba-tiba mereka seolah-olah kena DamPratan keras dengan munculnya A2C ini. Banyak komentar (Survei kos2an) tentang PoligaMinya dari pada yang lain. Kesannya, memang tuh filem Poligami Bangeeeet! Lumanlah, ga perlu capek koar-koar menanggapi isu miring PoliGami, kan sudah dipraktekkan Fahri?!

3. De-el-el.

Wes ah, wes akeh… mau bedah Film A2C? boleh! Tapi kesannya Es-Em-A banget. Kalo mau, film Blood Diamond (Leonardo De kacang Caprio) bisa dipertimbangkan!!! See U…
Sek… sek…, Lho judul-e ko’ berbau RoMAnTis ya? Lha aku iki nulis Opo? Wes emboh lah, njungkir walik kabeh!!!

Dilarang keras untuk Tidak menyebarkan semua artikel dalam blogger ini, baik di modifikasi maupun asal copy-paste (syarat: tetap dalam koridor syar’i)…*

Selengkapnya....